STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MATA PELAJARAN PJOK

Setiap harinya, tanpa disadari, guru dihadapkan pada keberagaman yang banyak sekali bentuknya, sehingga seringkali mereka harus melakukan banyak pekerjaan atau membuat keputusan dalam satu waktu.  Misalnya, saat mengajar di kelas, seorang guru mungkin harus membantu satu muridnya yang kesulitan, namun di saat yang sama harus mengatur cara bagaimana agar saat ia membantu murid tersebut, kelasnya tetap dapat berlangsung dengan kondusif. Dalam kesehariannya, guru akan senantiasa melakukan hal ini, sehingga kemampuan untuk multitasking ini secara natural sebenarnya dimiliki oleh guru. Kemampuan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu alaminya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi tantangan ini. Semua usaha tersebut tentunya dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk memastikan setiap murid di kelasnya  sukses dalam proses pembelajarannya.


Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. 

Pada Mata Pelajaran PJOK di kelas 6, saya mencoba menerapkan pembelajaran berdifere nsiasi dengan 3 strategi pembelajaran yaitu Strategi Konten, Strategi Proses dan Strategi Produk. Sebelum menerapkan Strategi pembelajaran tersebut, terlebih dahulu saya melakukan survei pembelajaran, tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan belajar siswa yang beragam. Dari survei pembelajaran tersebut, kita dapat memgetahui kebutuhan belajar seperti apa yang mereka butuhkan. 


Diferensiasi konten adalah metode pembelajaran dengan cara memberikan materi kepada siswa berdasarkan ketrampilan, profil belajar, dan pengetahuannya, tetapi tetap sejalan dengan kurikulum yang berlaku.
Diferensiasi konten berdasarkan profil belajar siswa adalah guru perlu memahami gaya belajar siswa yang cenderung menggunakan media pembelajaran visual, audio, atau audio visual. Di pembelajaran ini saya menggunakan media audio visual dengan menontonkan video pembelajaran yang berkaitan dengan materi saya.
Jika fokus pembelajaran terletak pada diferensiasi konten, maka siswa memiliki kebebasan dalam menentukan sumber belajar yang ada di sekitarnya.


Strategi kedua yang digunakan adalah diferensiasi proses, dimana strategi diferensiasi proses, mengacu bagaimana siswa akan memahami, memaknai, apa informasi atau materi yang akan dipelajari. Cara memenuhi atau proses yang perlu disiapkan. Guru harus mengetahui apakah kesiapan belajar siswa secara mandiri atupun kelompok. Apakah perlu guru memberikan bantuan belajar kepada siswa. Guru harus melihat siswa mana yang perlu mendapat bantuan dalam belajar, dapat dilakukan dengan pertanyaan pemandu. Apakah siswa bisa belajar secara mandiri. Hal ini merupakan skenario yang di rencanakan oleh guru. Di pembelajaran ini saya mengajak anak untuk berdiskusi, dan mendemonstrasikan materi sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing. Jika terdapat siswa yang kurang dalam memahami materi, maka disitulah peran saya sebagai pendidik untuk memberikan bimbingan.


Diakhir pembelajaran, saya menerapkan diferensiasi produk yaitu dengan menugaskan siswa untuk membuat sebuah produk baik berupa rekaman video atau dalam bentuk sebuah ilustrasi gambar sesuai dengan pemahaman mereka pada materi yang sudah dipelajari. Diferensiasi produk merupakan menampilkan dan mendemonstrasikan hasil pekerjaan siswa kepada guru (tugas berupa project). Produk yang diberikan meliputi 2 hal yitu memberikan challenge dan keragaman atau variasi. Serta memberikan siswa pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Daftar Pustaka:
https://lms23-gp.simpkb.id/mod/icontent/view.php?id=194859



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "STRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MATA PELAJARAN PJOK"

Posting Komentar